PROFIL SINGKAT ILMU KOMUNIKASI UMM
Pada tahun 2013 Prodi Ilmu Komunikasi berhasil MEMPERTAHANKAN
akreditasi A berdasar Surat dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan
Tinggi (BAN-PT) 106/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/IV/2013. Hal ini melengkapi
capaian akreditasi institusi yang juga bernilai A. Pretasi lain, Prodi
ini juga mendapatkan predikat Prodi terbaik tingkat universitas.
Prodi Ilmu Komunikasi UMM menjadi salah satu Prodi di lingkungan UMM yang diandalkan. Hal ini terlihat dari animo mahasiswa baru yang terus meningkat setiap tahun. Tidak itu saja, materi kurikulum yang terus disesuaikan dengan perkembangan zaman, tetapi juga mempunyai ciri khas yang tidak dipunyai Prodi Ilmu Komunikasi di Indonesia. dalam aktualisasinya Prodi ini mengusung gerakan Literasi Media (Media Literacy). Setiap proses belajar mengajar dan kegiatan akademis berada dalam payung Literasi Media itu.
Gairah sivitas akademika juga sangat terlihat.Di tingkat mahasiswa, Prodi ini memiliki kelompok peminat kajian. Misalnya ada PR Club dan Eskalator (peminat kajian Public Relations), Journalistic Club (peminat kajian jurnalistik), AV Club (peminat kajian Audio Visual), Kociris (peminat kajian Riset Komunikasi), disamping ada Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) dan Jurnalistik Fotografi Club (Jufoc).
Sementara itu, di tingkat dosen, ada banyak tulisan yang tersebar di media cetak dan online serta buku-buku komunikasi dihasilkan. Semua ini akan menambah kekuatan Prodi dalam mengantarkan mahasiswa di di lapangan kerja nanti. Kajian keislaman dan muatan mata kuliah bermuatan Islam juga menjadi kekuatan yang penting
Prodi Ilmu Komunikasi UMM menjadi salah satu Prodi di lingkungan UMM yang diandalkan. Hal ini terlihat dari animo mahasiswa baru yang terus meningkat setiap tahun. Tidak itu saja, materi kurikulum yang terus disesuaikan dengan perkembangan zaman, tetapi juga mempunyai ciri khas yang tidak dipunyai Prodi Ilmu Komunikasi di Indonesia. dalam aktualisasinya Prodi ini mengusung gerakan Literasi Media (Media Literacy). Setiap proses belajar mengajar dan kegiatan akademis berada dalam payung Literasi Media itu.
Gairah sivitas akademika juga sangat terlihat.Di tingkat mahasiswa, Prodi ini memiliki kelompok peminat kajian. Misalnya ada PR Club dan Eskalator (peminat kajian Public Relations), Journalistic Club (peminat kajian jurnalistik), AV Club (peminat kajian Audio Visual), Kociris (peminat kajian Riset Komunikasi), disamping ada Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) dan Jurnalistik Fotografi Club (Jufoc).
Sementara itu, di tingkat dosen, ada banyak tulisan yang tersebar di media cetak dan online serta buku-buku komunikasi dihasilkan. Semua ini akan menambah kekuatan Prodi dalam mengantarkan mahasiswa di di lapangan kerja nanti. Kajian keislaman dan muatan mata kuliah bermuatan Islam juga menjadi kekuatan yang penting
Komunikasi merupakan ilmu
, karena struktur sebuah ilmu meliputi aspek aksiologi , epitomologi dan
ontologi. Aksiologi mempertanyakan deminsi utilitas (faedah , peranan dan
kegunaan). Komunikasi memenuhi semua aspek dari sebuah ilmu , oleh karena itu
komunikasi bisa berdiri sendiri sebagai sebuah ilmu. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa komunikasi memiliki arti penting dalam kehidupan.
Periode ilmu komunikasi
dibagi menjadi 4 bagian , yaitu:
- Periode tradisi retorika
- Pertumbuhan
- Konsolidasi
- Teknologi komunikasi
Dalam berbicara manfaat
belajar ilmu komunikasi tidak dapat dilepaskan dari filsafat ilmu komunikasi
itu sendiri. Dalam secara umum kajian filsafat ilmu mencakup :
- Aspek ontologis
- Aspek epitomologi
- Aspek aksiologi
Prodi ilmu komunikasi
adalah ilmu yang mempelajari komunikasi antar individu dan grup sarjana ilmu
komunikasi(S.I.Kom.). Jurusan ilmu komunikasi mempunyai 3 permintaan namun yang
sering dan ada di seluruh PT yaitu bidang jurnalistik , public relation dan
audio visual. Karena jurusan ini paling netral. Lulusan jurusan ini bisa
bekerja sebagai penulis , reporter , pembawa acara TV , fotografer , desain
komunikasi visual , editor gambar dan video , produser, sutradara , penyiar radio , public relation
perusahaan , bahkan kita dapat bekerja di bank juga.
Menurut Laswell komponen
komponen komunikasi adalah komunikator (pengiring), komunikate (penerima),
pesan , saluran, feedback , dan protokol.
Model – model komunikasi :
- Model komunikasi linier
- Model interaksional
- Model transaksional
Adapun faktor yang
mempengaruhi komunikasi diantaranya , yaitu :
- Latar belakang budaya
- Ikatan kelompok atau grup
- Harapan
- Pendidikan
- Situasi
SUMBER: http://komunikasi.umm.ac.id/home.php?lang=id
https://curuthallus.wordpress.com/keunggulan-dan-perkembangan-ilmu-komunikasi/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar